Artikel : ANALISIS KEBIJAKAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA ISLAM KLASIK HINGGA ERA MODERN


ANALISIS KEBIJAKAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA ISLAM KLASIK HINGGA ERA MODERN

Hajah Jubaidah
2117295, Sejarah Pendidikan Islam, Kelas D, Pendidikan Agama Islam

Abstrak
Wacana ini mengurai tentang perkembangan kurikulum yang bersifat dinamis dari awal masa klasik hinggaa eraa modern sekang ini denganmaksud dan tujuan supaya mengetahui apa saja kurikulum yang pernah diterapkan dan di kembangkan serta apa dampaknya bagi mutu pendidikan pada masa tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah analisis data dan wacana melalui berbagai sumber. Hasil penelaahan atas  berbagai sumber yang ada baik dari buku maupun referensi lainnya menunjukan bahwa penerapan kurikulum dari masa kemasa mengalami perkembangan yang sangat pesat bahkan hal tersebut mempengaruhi kualitas atau mutu pendidikan islam. Munculnya berbagai lembaga pendidikan yang ada pada saat itu seperti Al Khuttab, Masjid dan jami, madrasah, Dawarul Hikmah dan Dawarul Kilmi, Al Khawarnik, Azzawaya dan Arrabath Pesantren, dan yang lainnya, hal tesebutmenjukan bahwa perkembangan pendidikan islam sudah mencapai taraf yang lebih baik, karena bagi mereka pendidikan agama itu penting dan perlu di pelajari lebih mendalam, sehingga penerapan kurikulum sangat diperlukan untuk memudahkan proses pendidikan dan mengatur mekanisme pembelajaran agar sesuai dengan apa yang diharapkan. Selainlembaga pendidikan disitu pula ada guru atau ilmuawan muslim yang juga menerapakan kurikulum meski pada saat itu kurikulum yang digunakan belum spesifik dan merata atau disepakati keseluruhan tokoh. Kurikulum bukan hanya sebagai wacana saja melainkan sebagai program yang disusun secara sistematis dan logis oleh sekelompok orang yang ahli dalam bidangnya sesuai dengan disiplin ilmu atau sistematis ilmu yang dianggap telah mencapai taraf yang sudah mapan. Dalam penerapan kurikulum juga dibutuhkan pertimbangan untuk menyesuikan antara kebijakan yang ada di dalam kurikulum tersebut dengan kemampuan santri atau peserta didik. Sehingga kurikulum yang diterapkan bisa sesuai dengan apa yang diharapkan dan mampu membentuk karakter atau akhlak sesuai dengan sumber hukum islam. Kurikulum disini tidak anya berisi kumpulan mata pelajran saja melainkan berisi tujuan yang ingin di capai guna mlahirkaan generasi yang unggul dan mampu bersaing dengan para peserta didik yang sudah mumpuni.
Kata Kunci :Pendidikan islam, Kurikulum, lembaga pendidikan,Ciri Kurikulum.
A.    Pendahuluan
Pendidikan islamperlu mendapatkan perhatian khusus dari pihak-pihak yang berkompeten dalam bidangnya dikarenakan pendidikan islam meninggaalkan berbagai peninggalan yang abadi seperti akhlak, agama, tradisi, ilmu pengetahuan dan kesenian yang telah di wariskan sejak dulu hingga sekarang ini. Naamun dengan adanya perkembangan zaman dan teknologi yang semakin  tahun mengalami perubahan yang begitu signifikan membawa pengaruh dalam berbagai bidang salah satunya dalam bidang pendidikan yang bahkan menyebabkan perubahan pengertian kurikulum serta program yang ada di dalamnya. Namun pengertian kurikulum yang disepakati bersama yaitu bahwa istilah kurikulum berasal dari bahasa yunani yang semula digunakaan dalam bidang olaahraga yaitu currere yang berarti jarak tepuh lari,dalam kegiatan berlari mulai dari start hingga finish. Sedangkan istilah kurikulum menurut bahasa arab itu sendiri yaitu Manhaj yang artinya jalan yang teraang. Dalam hal ini berarti kurikulum merupakan jalan yang terang bagi seoraang guru atau pengajar dengan muridnya sebagai pengembang pengetahuan dan juga sebagai penerapan suaatu nilai-nilai yang bertujuan untuk mencapai suaatu pendidikan yang ingin dicapai.
Kurikulum secara luas itu merupakan suatu alat yang dipakai dalam lembaga pendidikan nasional dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi perkembangan murid dan kesesuainnya dalam lingkungan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin global guna untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam hal ini pastinya ada lembaga-lembaga pendidikan yang muncul dari awal masa rasul hingga sekarang yang digunakan sebagai media  atau tempat pembelajaran itu berlangsung seperti contoh Al-Khuttab yang didirikan peertama kali sejak dimulainya atau sejak adanya islam yaitu pada masa Abu Bakar dan Umar. Masjid dan Jami ini merupakan lembagadidirikan sejak zaman Nabi dan trsbar diseluruh kota Arab. Madrasah ini merupakan lembaga pendidikan tertinggi pada masanyaa yang dibangun pada akhir abad ke IV Hijiriyah. perguruan tinggi dan Pondok Pesanten merupakan lembaga penndidikan yang sudah mulai muncul pada masaa sekang ini.  Dari hal tersebut bahwa kurikulum yang ada dan yang diterapkan pada masa tersebut hingga sekarang membawa pengaruh yang luar biasa dalam bidang pendidikaan.
Sehingga kurikulum yang akan diterapkan dilembaaga-lembaga pendidikan islam baik yang formal dan non formal membutuhkan landasan yang pasti dan terarah sehingga kurikulum tersebut dapat dikembangkan oleh sekolah.
Berbagai pertanyaan akhirnya muncul. Apa yang dimaksud dengan kurikulum pendidikan? Ada berapa jenis kurikulum pendidikan islam? Seperti apa prinsip dasar kurikulum pendidikan Islam?Bagaimana bentuk kurikulum yang diterapkaan dalam lembaga pendidikan yang ada  padaa masa klasik hingga modern ?Apa saja yang menjadi unsur atau aspek dari kurikulum pendidikan islam?apa saja yang menjadi ciri-ciri kurikulum islam?seperti apa dasar-dasar kurikulum pendidikan Islam? Bagaimana penerapam kurikulum dalam sekolah Islam dan perguruan tinggi di era moderen ini?

B.     Pembahasan
1.      Menelusuri Pengertian Kurikulum
Pengertian kurikulum yang telah disepakati secara bersama dan tidak mengalami perubahan adalah pengertian berdasarkan bahasa yunani yaitu currere yang artinya jarak tempuh lari.[1]yakni jarak yang harus ditempuh oleh seorang dari awal sampai garis finish. Adapun menurut bahasa Arab yaitu Manhaj artinya jalan yang terang, maksudnya adalah jalan yang terang yang dilalui oleh seorang  manusia dalam bidang kehidupannya. Dalam konteks pendidikan kurikulum berarti suatu jalan yang terang yang dilalui oleh seorang guru/pengajar dengan peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap serta nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an. [2]
Namun selain itu pengertian kurikulum semakin luas dan berkembang diantaranya yang pertama, kurikulummerupakan istilah telah yang berarti merujuk pada suatu program untuk mencapai tujuan. Pada dasarnya kurikulum itu berisi mata pelajaran yang akan diajarkan dalam lembaga pendidikan, namun sebenarnya kurikulum tidak harus berupa kumpulan mata pelajaran saja namun dapat berupa kegiatan. Semisal seperti bercocok tanam, membuat kerajinan dari barang bekas dan masih banyak lagi. [3]
Hal penting yang perlu diperhatikan ialah kurikulum itu ditentukan berdasarkan tujuan pendidikan yang telah disepakati dan dicapai bersama. Sementara tujuan pendidikan itu ditetapkan berdasarkan kehendak manusia atau para ahli yang membuat kurikulum tersebut.[4]
Kedua, kurikulum pendidikan dalam sudut pandang islam bersifat fungsional tujuannya yaitu untuk membentuk karakter manusia muslim yang sesungguhnya, mengetahui siapa tuhannya, berakhlak sesuai dengan tuntunan Al-Quran, tetapi juga mengeluarkan manusia yang mengenal kehidupan, mampu menikmati kehidupannya atau mensyukuri kehidupan yang ia jalani, serta mampu memberi dan membina masyarakat dan mendorong serta mengembangkan kehidupaan melalui berbagai pekerjaan aatau aaktivitas yang dianggapnya sesuai dengan aturan.[5]
Ketiga, kurikulum adalah suatu program pendidikan yang telah direncanakan dari awal dan tersusun secara sistematis serta dilaksanakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Sedangkan dalam prospek moderen kurikulum dapat diartikan sebagai program peendidikan yang disediakan oleh sekolah yang didalamnya tidak hanya berisi bidang study saja dan kegiatan belajar melainkan meliputi segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan dan juga kepribadian siswa sesuai dengann  apaa yang telah direncanakan atau yang diharapkan sehingga suatu saat nantimampu meningkatkan mutu atau kualitas kehidupannya yang pelaksanananya tidak hanya di lakukaan di ruang linggkup sekolah melainkan juga diruang lingkup masyarakat luas. Sehingga kurikulum dijadikaan sebagai inti dari proses pendidikan, sebab diantara bidang pendidikan yaitu management pendidikan ,kurikulum, pembelajaran dan bimbingan siswa. Maka dari itu kurikulum merupakan sesuatu yang vital daalam mengatur dan menentukan keberhasilan pendidikan. Apabila kurikulum ini tidak dijaalankan ataau tidak berfungsi dengan baik , maka ia tidak akan memberiikan kualitas dan dampak yang maksimal  bagi pendidikaan.[6]

2.      Jenis-jenis kurikulum pendidikan islam
kurikulum pendidikan islam dibagi menjadi dua yaitu:
a.      Kurikulum pendidikan Rendah
Mata pelajaran yang ada pada masa atau fase pendidikan rendah iniialah Al-Quran, Agama, Membaca, Menulis dan Syair. Namun terkadang ada taambahan pula yaitu mata pelajaran An-Nahwu, cerita-cerita dan belajar berenang. Adapula diantaraanya kurikulum yang berisi pelajaran yang dimana siswa aatau santrinya terbatas padaa menghafal Al-Quran  dan mengajarkan beberapa dasar-dasar pokok agama. Berikut ini contoh yang akan menjelaskan kepada kita seperti aapa gambara kurikulum pada pendidikaan tingkat pertama. Al Mufdhdhal bin Yazid menceritakan bahwa padaa suaatu hari ia bertemu seorang ibu bersamaa anaknya , karena ia tertarik pada orang tersebut ia mendekatinya dan bertanya kepada ibunya tentang aak tersebut.  Lalu ibu tersebut menjawab” apabila ia sampai paadaa usiaa lima tahun, saya akan menyerahkannya kepada seorang guru, supaya guru tersebut mengajarkaannya mennghafal dan membaca Al-Quran, kemudian ia mengerjakan syair kepadanya sehingga ia dapat mengerti artinya. Dan apabil ia sudaah beranjak dewasa saya akan mengajarkannya untuk mengendarai kuda  sehingga ia akan terlatih dengan baik, dan ia akan ku ltih bagaimana berperang serta cara memegang senjataa sambil berkuda.[7]
Adapun cara yang dilakukan oleh orang islam pada masa itu untuk mendidik budi pekerti yaitu:
1.      Memberi petunjuk dan pendekatan , dimana seorang guru memberikan pengajaraan tentang aapaa yang dianggap baik dan aapa yang dianggap buruk, menghafal syaair-syair, cerita-cerita, nasihatyang baik, diana menganjurkan anak untuk melakukan budi pekerti yang baik dan berakhlak mulia. Pada masa itu anak-anak tidak hanya diajarkaan pendidikan agama sajaa namun jugaa diajarkan cara memimpin diman ketika menjadi seorang pemimpin kita dilarang memukul, karena perbuaatan itu adaalah salah satu ke’aiban yang tidak terhaapus dan sebaagai seorang pemimpinn haruslaah berbuat adil serta berlaku sopan santun. Karena sopan santun itu merupakan sebaik-baik pusaka, sedangkan kebodohan adalah musibh yang saangat besar bagi dirinya sendiri.
Pada masa itu juga anak-anak diwajibkan untuk menghafak hukum dan yair,sementara gurunya melarang anak-anak didiknya mempelajari syair yaang berbau percintaan dan orang-oranng yag bercinta. Karena para guru pada maasa ini menganggap bahwa hal itu saangatberbaahaya baagi pendidikn pemuda dalam membentuuk akhlak murid-murid.
2.      Mempergunakan instinct untuk mendidik anak-anak dengan cara:
1.      Anak anak suka di puji dan di sanjung untuk memenuhi keinginannya.
Maksudnya adalah ketika anak itu melakukaan sesuatu yang baik hendaklah anak itu dipuji, dan melatih dia untuk melawa hawa nafsu dan menjadikan dia jauh dari kelobaan, baik dalam makana, minuman maupun dalam segala kelezatan pada umumnya. Disini oranng islam lebih mengutamakan pada bentuk pembelaajaran memuji  dan dorongan dari pada mencellaa dan menyiksa, sehingga para guru menasehati anak didiknya supaya bisa menjaga serta menggunakan lisannya denga baik supaya tidak menyakiti hati orang lain.
2.      Menggunakan instinct  meniru
Sesuai dengan ini para pendidik islam mensyaratkan supaya guru anak-anak itu haruslah orang-orang yang memiliki sifat yang utam dan berakhlak, karena anaak-anak akan meniru dan menuruti jejak gurunya, apaa yang dianggap jelek oleh guru maka jeleklah padaa pandaanngan anak-anak dan sebaliknya. Sesuai dengan ungkapan” Uqbah bin Aabi Sufyan pernah berkataa kepada guru anaknya, “ hendaklah kamu memperbaiki anak saya sebagaimana kaamu memperbaiki anakmu senndiri, karena mereka terikat dengan kesalahanmu, mereka memandang baik apa yang engkau anggap baik dan mereka mengaanggap buruk apaa yang kau pandang buruk.
Ibnu sina juga berpendapat bahwa “ supaya anaak-aanak itu berkawan dengan anak-anaak yang beraklak baik dn mempunyai kebiasan yang disenangi, karena pergaulan anak dengan anak yang lain memberi pengaruh yaang besar, dia mengambil sesuatu daari temannya dan dengannya pua iaa menjadi terbiasa..
3.      Memperhatikan instinct bermasyarakat.
Disini anak-anak disuruh belaajar ditempat-tempat yang sudah disediakaan yang ada anak-anak yang lain yang sesuai instinctuntuk bermasyarakat yang terdapat dalam dirinya. Apabila sudah terpenuhi hal ini akan memberi efek dalam dirinya di segala segi kehidupannya, seperti ia akan merasa bangga dengan anak-anak yang lain yaang ia kenaal, akan membangkitkan semangat apabila ia melihaat kemajuan yaang diraih oleh teman-temannya tersebut sehingga ia pun akan termotivasi  dan ingin meraih cita-citanya dengan sungguh-sungguh.
Dengan kata lain seorang anak tidak aakan bisa berkembang aapabila ia tidak ada dialam lingkungan masyaaraakat itu sendiri. Degan cara bergaul dengan orang lain maka anak-anak akan memperoleh penngetahuan dan budi pekerti . akan tetapi kita juga harus bisa meenilai serta memperhatikan lingkungn seperti aapa yang baik untuk pergaulan si anak tersebut.
4.      Mementingkan pembentukan adat kebiasaan dan keinginan semenjak kecil
             Dalam hal ini kita harus membiasakan anak untuk bangun tidur lebih awal diwaktu pagi,berjalan, bergerak, naik kuda, dan membiasakan membuka badan, tidak meludah dalam majelis dan hal-hal lainya yang diajarkan dialam al-quran.
             Adat kebiasan ini sangat memegang peranan penting dalam membentuk kaaraater anak sejak dini agar memiliki budi pekerti yang baik. Adat dalam islam telah dijelaaskan ada dua macam yaitu Hissiah artinyaa dapat di inderakan dan Ma’nawiah yaitu abstrak. Kebiasaan Hassiah adalah seperti kebiasaan cepat di waktu pagi hari, meletakan kaki atas kaki yag lain.  Sedangkan yang Ma’nawiah yaitu seperti membiasakan  diri dengan kebenaran dan kepatuhan orang-orang islam.
Sehingga dalam kurikulum tingkat dasar initidaklah sama sekali tentang keinginan dan interest anak, demikian juga tidak terdapat belajar dan bekerja secaara bebas menurut kehendak anak-anak dengn menggunakan panca indera mereka. Karena haal ini sudah diataur oleh para guru melalui program kurikulum yang telah di buat berdasarkan dengan kondisi anak-anak dengan lingkungan si anakitu belajar. Sehingga  kemungkinan-kemungkinan yang tidak diharaplan itu tidak terjadi,  bila terjadi itu pun kemungkinanya kecil.
  Sehingga jelas hal ini merupakan fase yang terberat baagi anak-anak, karenaa biaasaanyaa ia mempelaajari ilmu-ilmu yang dimiliki oleh orang dewasa. Hal ini terjadi sebab mata pelajaran yang mempunyai hubungan denngan kesukaan anak-anak sepeerti meggambar, menyanyi, bermain musik, bercrita, mewarnai belum diketahui oleh banyak orang pada masaa itu. Namun kurikulum yang digunaakan atau diterapkan pada masa itu adaalah kurikulum yang berisi mata pelajaran yaang dibahas atau dipelaajari sepanjang masaa-masa islam yang berabad-abad lamanya, dan didalamnya terpengaaruh oleh keinginan orang dewaasa didalam mempersiapkanya.  Dari hal itulh anak mempelajari sesatu diluar kemampuanya, dengan anggapan ahwa mempelajari hal yang seperti itu akan membawa manfaat pada faase pendidikan sesudahnya. Untuk mencapai tujuan tersebut pastinyaa disini ada haal yang dikorbannkan yaitu keinginan-keinginan  daan kemampuan-kemmaampuan yang dimiliki anak pada saaat sekarang ini, yaang seharusnyaa dipenuhi dan di kembaangkaan guna menncapai pertumbuhaan dan pembentukannya supaya menjadi lebih sempurna.
Ciri khas lain yang dimiki kurikulum dasar pada saat itu adanya perhatian yang besar dan terarah untuk mencapai pendidikan yang berbudi pekerti yang baik. Kurikulum yaang memenntingkan tujuan agama dann budi pekerti tidak menjadi halangan untuk mencapai tujuan serta maanfaat yang sudah dicita-citakan. Dalam kurikulum ini sudah dicantumkan ilmu akhbar yang dikhusuuskan bagi pendidikan anak-anak raja untuk kepentingan dibidang politik dan terdapat pula syair yang dalam kebanyakan kurikulum, karena syair penting dalam kehidupan islam. Karena syair tersebbut mencatat kejadian penting, dalam syair tersebut juga terdapat cara-cara ucapan yang indah da menarik.
Namun disamping itu kurikulum tersebut terdapat pulaa mata pelaajaaran yang lainnya yang di dalamnya menngandung nilai-nilaai praktis seperti berenang, melempar lembing dan berhitung. Karena pelajaran-pelajaran ini merupakan pelajaran yaang dianggap oleh mereka mempunyai nilai yang sangat penting dalam membagun perkembangan jasmani, namun sangat disayangakan tidak semua kurikulum pada waktu itu meneraapkan mata pelajaran seperti ini.
Satu ciri khaas yang lain yang di dalam kurikulum pendidikan dasar ini tidak terdaptnya beberapa hal yang penting untuk pendidikan. Di dalam kurikulum ini tidak terdapat mata pelajaraan musik, pekerjan tangan,note lagu-lagu yang merupakan faktor yang terpenting dalam pendidikan anak-anak pada tingkat dasar sebagaimana yang terdapat padaa maasa sekarang ini.[8]
b.      Kurikulum Fase Pendidikan Tinggi
Pada kurikulum pendidikaan tinggi ini  kurikulumnya tidak hanya satu macam saja tetapi terdapat dalam beberapa macam, sebagaimana halnya dengan kurikulum untuk pendidikan tinggkat dasaar. Mahasiswa tersebut tidak tidak terikat pada pelajaran tertetu saja demikian dengan gurunya tidak mewaajibkan kepada mahasiswa untuk megikuti kurikulum yang telah ada. Tetapi bukan berarti tidak adanya mata pelajaran yang bersamaan dengan kurikulum yang ada yaitu agama dan bahasa. Untuk lebih jelasnya kurikulum pada saat ini di bagi menjadi dua bagian pokok yaitu :
1. Kurikulum agama di taambah dengan kurikulum sastera.
2. kurikulum ilmu pegethuan ditambah dengaan sastera.
Kedua kurikulum tersebut adalah kurikulum yag sudah sesuai dengan dua masa trannsisi yang penting dalaam perkeembangaan islaam.  Kurikulum yang pertma adaalah sejaalaan dengan fase dimana dunia islam mempersiapkan diri untuk mendaalaami masaalaah agaamaa, serta menyiarkan dan mempertahankannya.namun disamping itu bukan berarti  terbatas pada ilmu agama saja melainkan juga mempelajari macaam-macam ilmu yang lainnya yaag berhubungan erat dengan ilmu agama  seperti ilmu-ilmu bahsa, ilmu sejarah, hadits dan tafsir. Ilmu-ilmu ini telah berkembaang secara luas pada fase pertaama yaitu paada abad pertama dan kedua hijiriyah.
Adapun bentuk kurikulum yang kedua yaitu kurikulum ilmu pengetahuan ditambah sastera, ini merupakan ciri khas fase kedua dalam perkembangan pikiran dalam islam, dan pada fase ini terlihat jelas perkembangan kebebasan berpikir dan luasnya lapangan pembahasan dan pada masa ini pula telah nampakkemajuan ilmu pengetahuan dalam beragai seginya, baik dari segi pengetahuan maupun kesusastraan.
Pada fase ini dimulai pada baagian akhir abad kedua hijiriyah  dan mencapai puncak keemasan pda aabad ke empat. Pada fase ini sudah penulaah dunia islam dengann berbagai macam kegiataan ilmu pengetahuan dan filsafat. Sehingga munculah sebuah lembaga pendidikaan yaaitu Duwarul Hikmah dikota baqdad dan kairo,  dimanaa dipelajari dan di terjemahkan kedalam bahasa arab. Kegiaatan itu mengakibatkan munculnya penerjemah di berbgai bidang guna memudahkan dalam memahami ilmu pengetahuan yang berbahasa non arab. Sehingga hal itu memudahkan penyebaran keseluruh pelosok negeri yang berjauhan satu sama lain didalam negeri islam padaa masa itu.[9]
3.Prinsip Kurikulum Pendidikan Islam
            Bahwasanya kurikulum pendidikan islam pastinya mempunyai ciri khusus atau ciri khas yang membedakannyaa denngan jenis  yang lain. Dalaam hal  ini identifikaasi ciri khas kurikulum pendidian islam di ikat dalaam bentuk istilah prinsip dasar, artinya yaaitu sesuatu yang harus adaa dan menjiwai secara kikoh seluruh kegiatan pembelajaran. Kurikulum ppendidikan islam harus selaras denngan prinsip  dasar pendidikann islam, sementara prinsip dasar pendidikan islam bersumber dari prinsip dasar ajaran islam.
            Berikut ini merupakan sejumlah prinsip dasar kurikuulum pendidikan islam diantaranya yaitu:  pertama perjalanan sempurna dengan ajaran islam. Ajaaraa islam mencaakup berbgai  segi atau aspek kehidupann maanusia agar dapat mencapaai kebahagiaan yang hakiki dan terhindar  dari penderitaan. Menurut prinsip dasar ajaaran islam, hidup manusia itu bergantung pada keputusan Allah SWT. Dan sebaliknya  Kemaha Esaan Allah tidak bergantung kepada manusia . sehingga tidak mungkin ada ajaran islam yang prinsip  dasar kurikulumnya terlepas atau tidak terhubung dengan totalitas ajaran islam.
            Kedua,membangun keseimbangan dunia dan akhirat. Pada dasarnya kurikulum pendidikan islam hakikatnyaa adalah bagaimana cara merancang daan menghantarkan peserta  didikagar mampu menggapai kebahagiaan hidup didunia dan juga kebahagiaan di akhirat. Keduanya haruslah seimbaang antara kepentingan aataau kebahagaian dunia daan akhirat, jangan sampai  mengejar dinia dan melalaikan akhirat dann sebaaliknya.
            Ketiga, menempatkan pendidik pada kedudukan terhormat. Prinsip dasar ini sanagatlah penting mengingat begitu banyak pengaruh teori barat yang cenderung meletakan pendidikn sekedar sebaagai fungsi atau difungsikan sebagai fasilitator saja. Maksudnyaa aadalaah seorang pendidik yang bekerjanyaa haanya memberikan fasilitas ataau segala sesuatu yag dibutuhkan oleh siswa dalam aktifitas pendidikan. Mengapa haal  ini  haarus diaakukan, krena sekaarang sudah mulai seorang pendidik yang posisinyaa sejajar dengan anak didiknya.
            Keempat,memperlakuan peserta didik sebagai pusat orientasi. Seperti yaang tellaah di terangkan di  dalamm Al-Quran bahwa putra-putri kita aadaalaah pra pemmilik sah mmasaa depaan mereka, sehingga tidak baik jika dunia pendidika yaang begitu pennting dibuat sembarangan, ibarat seperti dijadikan kelinci percobaan, guna memenuhi keinnginan piaak lai yang secaara haakiki belum tentu ada maanfaatnya.
            Kelima, bijaksana dalam menyikapi setiap perubahan. Tidak bisa di sangka-sangka bahwa perubahan itu selalu terjadi dalam realitas kehidupan ini, sehingga langkaah untuk melakukaan penyusunan kurikuulumm pendidika adalaah keniscaayaan yang sulit daann bahkan mustahil untuk  dihindarkan. Namun baahwasanya perubahaan tu daapaat berlangsug tanpa batas dan landasan kebenaran serata maanfaatnyaabagi umaat manusia.  Tetapi agama islaam meemegang teguh baha setip perubahan harus bisa dikontrl oleh suatu pertanyaan dari mana asal gagasannya, hendak mengarah kemana dan apa gunaanyaa bagi kepentingaan pendidikaan.
            Keenam,kurikulum islam di lembagaa pendidikan islam. Pada dasarnya meski banyak uraian seputar kurikulum pendidikaan islam, akan tetapi untuk menaampilkan struktur atau wujud kongkritnya bukanlah prsoalan yang mudah.  Sebaab dalam kenyataannya pastilah bergantung padaa jenis dan jenjang institusi serta corak kegiatan pendidikaan kaum muslimin di pertengahan hinga di zamaan modern ini.[10]
4.Bentuk Kurikulum Dalam Lembaga Pendidikan Islam
a.      Al-Khuttab
Al-Khuttab merupakaan lembagaa pendidikan islam yang terlama, yang didirikan oleh orang arab pada masa Abu Bakar dan Umar, yaitu sesudah mereka melakukan penaklukan dan mempunnyai  hubungan dengan bangsa-bangsa yang sudah maju.diseluruh wilayaah islaam ini  Khuttab merupakan tempat yang paling utama untuk mengajarkan Al-Quran bagi anak-anak yang merupakan sesuatu yang sangat perlu , sehungga kebaanyakann paara ulama berpendapat mengajarkan Al-Quran bagi anak-anaak adalah fardhu Kifaayah.
Al-Khuttab telah tersebar luas di berbagai wilayah dan pembentuukan Al-Khuttab ini semata-mata untukmengaarkaan Al-Quran, membaca, menulis dan agama dianggap sebagai pekerjaan yang sangat mulia dan terhormaat disisi Allah, sehingga banyak para ulama yang berlomba-lomba  untuk mendirikannya. Dan kurikulum ataau program pendidikan yang diterapkan oleh para ulama di dalam lembaga Khuttab ini yaitu mengajaarkan kepada anak-anak cara membaca dan menulis Al-Quran atau huruf hijaiyah. Karena pada masa itu pendidikannya masih sangat sederhana belum mulai muncul mata pelajaraann yang lainnya.[11]
b.      Masjid dan Jami
 Masjid dan Jami ini merupakan lanjutan dari khhuttab pembangunannya dimulai semenjak zaman Nabi dan tersebaar diseluruh wilayah arab bersaman dengan bertebarnya agam islam diberbagai pelosok negeri ini. Dimasjid inilah dimulai mengajarkaan Al-Quran dan dasar-dasar agam islam pada masa Rasulullah, dismping kegunaaannya untuk tempat beribadah.
Masjid dan Jami berfungsi sebagai sekolah menengah perguruan tinggi dalaam waktu yaang sama, kaarenaa padaa dasarnyaa masjid padaa masa itu berbeda denngan masjid masa sekarang. Pada awalnya masjid ini digunaakan untuk pendidikan dasar tetapi orang-orang islam berpendapat lebih baaik memisahkaan pendidikan anak-anak padaa tempat tertentu,  sebagaimana menghormati masjid dari keributaan anak-anak karena mereka yng belum bisa menjaga kebersihan masjid. Pada masa itu terdapat majid-msjid yang mempunyai pengaaruh besar dan terkenal diantaraanya :
1.      Jami Umar bin Ash
Digunakan sebagai tempat untuk belajar mulai pada tahun 36 H. Mula-mula disini diajarkan pelajaran budi pekerti daan agaam,  kemudian pendidikan itu menjdi lebih luas lagi secaraa berangsur-angsur dengan ditambah beberapa mata pelajaran.[12]


2.      Jami Ahmad bin Thulun           
      Masjid ini didirikan pada tahun 256 H. Pendidikan atau kurikulum yang diajaarkan pada lembaga masjid ini yaitu pelajaran Fiqh, Hadits, Al-Quran dan ilmu kedokteran.

3.      Masjid al Azhar
Al Azhar ini merupakan lembagaa pendidikan yang pada masa itu merupakan lembaga pendidikan islam yang termasyhur terbukti hingga saat ini pun masih menunjukan ketermasyhurannya.belajaar dimsjid al azhar ini tidak hanya belajar iilmu agma sajaa melainkan juga belajaar berbagai caabaang ilmu seperti Sya’ir, Nahwu, Sastera, Falak, Hisab dan kadang-kadang juga diajarkan ilmu kedokteran[13]
Lembaga pendidikan Al-Azhar ini didirikan oleh panglimah besaar Juhari Al-Siqili pada tahun 362 H/972 M, dimana kurikkulum yang digunakaan adalah kuriikulum yang berdasarkan ajaran Sekte Syiah dan pada masa itu juga di bangun perpustakaan guna menunjang proses pembelajaran islam. Perpustakaan itu di bangun pada masa pemerintahan Khalifah Al-Hakim Biamrillah yang di beri nama “Bait Al-Hikmah”(Balai Ilmu Pengetahuan).
Sekitar taahun 567 H Daulah Fatimiyah tumbang dan kemudian digantikan oleh Daulat Al-Ayyubi dan menyatakaan kembali bahwa aakan tunduk  pada Daulah Abbasiah di bagdad. Kurikulum di perguruan tinggi tersebut pun menglami perubahan dan perombakan secaraa total, dari aliran Syiah menjadi Aliran Sunni. Dan perguruan tinggi Al-Azhar ini masih bisa bertahan eksistensinya hingga saat ini yang di mulai ssekitar abad 10 massehi hingga abad ke 20 hingga sekarang.[14]

c.       Duwarul Hikmah Dan Duwarul Ilmi
Dawarul Hikmah mulai ada pada waktu adanya peercampuran bermacam-macamm bangsa dan perdadaban pada masa kerajaan Abbasiyah dan pada masa bangkitnya gerakan  intellect hbat yang sudah mendorong orang-oranng islam pada masa itu untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Namun ada yang beerpendapat bahwa lembaga pendidikan ini  di bangun ppadaa masa Al-Rasyid, yang tujuan utamanya yaitu mengumpulkan sserta menyalin manuskrip-manuskrip ilmu pengetahuan asing. Terutama ilmu pengetahuan orang-orang Griek dan falsafah mereka yaang telah terkenal di seluruh antero negeri.
Kemudian kerajaan Fatimiyah di mesir meniru kerejaan Abbasiyah, mereka mendirikan Darul Ilmi seperti lembaga Bagdad abad ke IV, disana dipelajari ilmu falsafah, ilmu-ilmu orang Yunani, disamping mempelajaari agama islam. Jadi lembaga ini tidak hanya terfokuskan pada pendidikan agaama saja tetapi jjuga ilmu falsafah yang dipelajari oleh orang-orang asing[15].

d.      Madrasah
Berdirinya Madrasah sebagaai lembaga pendidikan ini mulai  ada sejak akhir abad ke IV hijiriyah. Munculnya lembaga ini dalam kurun waktu yang relatif cepat ini bertujuan untuk melawan golongan Syi’ah yang telah berkembang dan tersebar luas di seluruh pelosok dunia islam pada abad ke IV Hijriyah. Gerakan Syiah ini bukan saja Gerakan yang dikembangkan dalam bidang politik saja tetapi juga ia merupakaan gerakan  ilmu pengetahuan yang sejalan dengan falsafah dan pendapat-pendapat golongan mistik yang beraliran ekstrem.gerakan ini mendapatkaan tentangan dari para kaum muslim yng bermazhab Ahlus-Sunnah.
Madrasah pada saat itu tidak jauh beda dengan msjid dan jami , baik dari segi  bngunan, tugas, maupun tujuannya. Namun tugas dari Madrasah yang saangat pokok yaitu mengajar fiqih yang sesuai dan sejalan dengan mazhab ahlussunah dengan caraa menarik para pelajar-pelajar untuk memanfaaatkaan sera mennggunakaan waktu mereka untuk belajar. Tetapi ada juga madrasah yang mengajarkan ilmu kedokteran disamping ilmu fiqh.[16]

e.       Al-Khawanik, Azzawaya dan Arrabath
            Lembaga-lembaga ini lebih banyak menyerupai monastri dan hermitage, dikarenakan para pelajarnya yang mengasingakaan diri untuk beribadat dan belajaar dilembaga-lembaga ini,yang biasanya disediakan untuk orang-orang mystics atau orang Tassawuf. Pada lembaga pendidikan Al-Khawarnik ini sudah diatur beberapa mata pelajaran seperti empaat maata peljaaraan yang ditujukan pada paraa fuqaha diantaranya mata pelajaran itu adalah Hadits Nabi, pelajaran-pelajaran bagaimana membaca Al-Quran dan tujuh buah riwayat. Tiap mata pelajaaran di asuh oleh seorang guru, dan setiap guru mempunyai sekumpulan murid
                        Adapun Zawiyah menyerupai khanqah dari segi tujuan, tetapi Zawiyah lebih kecil dari pada Khanqah dan lembaga ini di dirikan untuk orang-orang tassawuf yang faqir supaya merek bisa belajar dan beribadah. Tetapi terkadang Zawiyah ini di bangun untuk seorang Syaikh yang Termasyur yang bertugaas untuk menyiarkan ilmu pengetahuan serta mengasingkan diri untuk beribaadat.
                        Sedangkan Arrabath ialah rumah-rumah orang Sufi dan ditinggali oleh beberapa orag Fuqara yang mengasingkan diri dan tidak mempunyai keluarga serta mempersiapkan dirinya untuk belajar dan beribadah. Disana juga ada lembaga Ar-Rabth yang khusus bagi para wanita, serta mengajarkan pendidikan agamaa di dalaamnya.[17]

f.        Al- Bimaristan
Lembaga ini dibangun untuk mengobati oranng-orang yang sedang sakit secara gratis serta untuk mempelajari ilmu kedokteran secara praktis. Jadi pada lembaga ini mengajarkan ilmu kedokteran, selain itu disana juga ada tempat untuk membuat obat-obatan serta tempat untuk menyimpan obat-obatan tersebuut.[18]

g.      Halaqatud Dars dan Al-Ijtima’at Al-Ilmiyah.
Salah satu ciri-ciri dari pada pendidikan islam adalah bersifat elastis daan tidak statis selalu mengalami perkembangan meski perkembangan tersebut tidak begitu signifikan, sebagai buktinya mak  dibentuklah Halaqotud Dars dan Ijtima’at al Ilmiyah yang bertujuan untuk untuk  menyearkan  pendidikan islam atau pendidikan agama. Lembaga ini diadakan di rumah-rumah pra ulama ataau kerajaan-kerajaan. Sistem lembaga ini juga membantu tersebarnya perpustakaan yang banyak di dunia islam. Disini baanyak menggunakan diskusi  untuk memecakan masalah serta mengadakan sidang-sidang untuk melakukaan syair-syair.[19]

5. Unsur atau Aspek Utama Kurikulum
a.       Tujuan-tujuan yang ingin di capai oleh pendidik. Maksudnya dengan lebih tegas lagi orang yang bagaimana ingin kita brntuk dengan melalui kurikulum.
b.      Pengetahuan (knowledge), informasi-informasi, data-data, aktivitas-aktivitas dan pengalaman-pengalaman dari mana terbentuk kurikulum. Bagian inilah yang dimaksud dengan mata pelajaran dan pada bagian ini pula yang dimasukan dalam sillabus..
c.       Metode dan cara-cara yang digunakan untuk mengajar yang di pakai oleh tenaga pendidik untuk mengjar dan mendorong murid-muridnya untuk belajar serta membawa mereka kearah yang sudah di kehendaki atau yang telah menjadi  tujuan dari kurikulum.
d.      Metode dan cara penilaian yang digunakan dalam mengukur dan menilai kurikum prosespendidikan yang telah direncanakan dalam kurikulum seperti mengadaakan ujian triwulan, ujian aakhir ddan lain-lain.[20]

6. Ciri-Ciri Kurikulum Pendidikan Islam
a.       Tujuan utama kurikulum pendidikan islam adalah terciptanya karakter beragama dan berakhlak
b.      Terwujudnya perkembangan dan bimbingan secaraa intens terhadap semua dimensi peserta didik dari segi intelektual, psikologi. Sosial dan spiritual,
c.       Terwujudnya korvergensi antara kandungan kurikulum dan pengalaman serta kegiatan pengajaran.
7.Dasar-Dasar Kurikulum Pendidikan Islam
a.      Dasar Agama
Dasar agaamaa disini yaitu pengembangan kurikulum dan apa yang adaa di dalamnya harus sesuai dengan apaa yaang di tuntut dalam agama, sehingga kurikulum yag diterapkan dapat menciptakaan peserta didik yang teguh dalam keimanan, bertakwa padaa sang pencipta dan agama, mulia daan serta berakhlak yang sesuai dengan ajaran agama.
b.      Dasar Filsafat
Dasar filsafat yang dimaksudkan adalah kurikulum pendidikan islam haruslah disusun serta dikembangkan berdasarkan wahyu Allah SWT. Serta tuntutan ajaran Nabi muhammad SAW baaik apaa yang di anjurkan untuk di ikuti dan apa yaang harus dijauhi dan mengenai apaa yaang pastinya baaik dan buruk sebagaaimaanaa yang tertera dalaam kitaab suci  Al-Quran.
c.       Dasar Psikologis
Disini kurikulum yang dibuat atau kurikulum yang direncanakan harus melihat kondisi dan disesuaikan dengan kejiwaan si peserta didik, baik tahaap kematanganya dan semua segi perkembangannya.

d.      Dasar Sosia
Pada dasaar kurikulum yang terakhir ini diharaapkan kurikulum yang diterapkan bisa ikut serta dalam membanngu mental anaak dalaam lingkugaan masyarakat, diharaapkan peserta didik itu maampu bberintraksi ssertaa bergaul dengan lingkunnya, pengetahuan yang dimili peserta didik itu diharapkan mampu mengamaalkaannyaa ataau daapaat membinaa serta mengajar bagi masyarakat dan bangsanya.[21]
8. Penerapan Kurikulum Dalam Era Modern
a.      Kurikulum Sekolah Islam
Di zaman yang sudah modern sekarang ini sangatlah sulit membedakan secara tegas antara madrasah dan sekolah islam. Kenyataanya kedua lembaga ini sudah banyak mengalami perubahan, jauh berbeda dengan zaman dahulu.dimana pada zaman dulu madrasah pasti lebih menguasai ilmu agama dibandinngkan dengan sekolah umum termasuk yang berlebel  islam sekalipun. Namun penilaian yang seperti ini diiannggap kurang tepat bahkan ungkin justru malah keliru sama sekali karena banyak murid yang bersekolah mampu menghaffal Al-Quran pada bagian tertentu dismpinng ia mampu berbahasa arab, dan seebliknya beberapa banyak siswa madrasah yang tidak hafal surat-surat penndek dalam Al-Quran sekalipun tidak terampil bahasa Arab. Hal ini terjadi kemungkinan karena adanya  persingan yang ketat antara madrash dan sekolah islam. Dimanaa mereka inngin menciptakan bibit-bibit atau generasi yang memiliki akhlak da budi pekerti yang sesuai dengan ajaran agama islam.

b.      Kurikulum Perguruan Tinggi Keagamaan
Yang dimaksud dengan perguruan tinggi keagaamaan ini adalah jenjang pendidikan setelah lulus daari bangku sekolah menengah atas yang mengarahkan program akaademisnya untuk mencetak sarjana-sarjana yang secara khusus memiliki kepandaaian ilmu dan amaliyaah keislamanya seperti di bidang aqidah,syariah, dakwah, adab dan tarbiyah taanpa adaanya upaya untuk melengkapi ilmu pengetahuan yang lainnya seperti di bidanng ekonomi,pollitik, hukum, teknik, dann kedokteran atau ilmu pengethuan yang lainnya
Pada  masa laalu kurikulum penidikan perguruan tinggi keagamaan cenderung berkonsentrasi pada bidanng keagamaan saja mengingat padaa masa itu perguruan tinggi keagaman mempunyai tujuan mencetak ulama ataau tenaga ahli di bidang keagamaan. Tetaapi padaa eraa modern sekarang ini kurikulumnnya sudah mulai berkembaang tidak hanya mempelajari ilmu agama namun juga mengenai pengetahuan umum seperti psikologi, sosiologi, ekonomi,, hukum dan ilmu pengetahuan yang lainnya untuk mendukung dirinya jikka mengabdikan diri di lingkungan masyarakat.Adapun corak kurikulum perguruuan tinggi islam itu bergantung dengan fakultas daan jurusan ataau program studi yang bersangkutan,  mengingat indikator yaang paling subtaansial adaalaah dari perbedaan fakultas, jurusan maupun prograam studi.[22]

C.    Simpulan
Pengertian kurikulum yang telah disepakati secara bersama dan tidak mengalami perubahan adalah pengertian berdasarkan bahasa yunani yaitu currere yang artinya jarak tempuh lari.[23] yakni jarak yang harus ditempuh oleh seorang dari awal sampai garis finish. Adapun menurut bahasa Arab yaitu Manhaj artinya jalan yang terang, maksudnya adalah jalan yang terang yang dilalui oleh seorang  manusia dalam bidang kehidupannya. Dalam konteks pendidikan kurikulum berarti suatu jalan yang terang yang dilalui oleh seorang guru/pengajar dengan peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap serta nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an.Pada dasarnya kurikulum itu berisi mata pelajaran yang akan diajarkan dalam lembaga pendidikan, namun sebenarnya kurikulum tidak harus berupa kumpulan mata pelajaran saja namun dapat berupa kegiatan. Semisal seperti bercocok tanam, membuat kerajinan dari barang bekas dan masih banyak lagi.
Dalam  pembahasan diatas mengenai pengertian bahwasanya kurikulum  di bagi kedalam dua jenis yaitu kurikulum pendidikan rendah dan kurikulum pada tingkat tinggi. Selain itu juga ada prinsip dasar kurikulum diantaranya Berikut ini merupakan sejumlah prinsip dasar kurikuulum pendidikan islam diantaranyaperjalanan sempurna dengan ajaran islam, membangun keseimbangan dunia dan akhirat, menempatkan pendidik pada kedudukan terhormat, memperlakuan peserta didik sebagai pusat orientasi dan bijaksana dalam menyikapi setiap perubahan.
Selain itu adapun kurikulum yang diiterapkan dalam berbagi lembaga diantaranya ada di lembaga pendidikan Al Khuttab, Masjid dan jami, madrasah, Dawarul Hikmah dan Dawarul Kilmi, Al Khawarnik, Azzawaya dan Arrabath Pesantren, dan yang lainnya. Dalam lembaga-lembaga tersebut mempunyai kurikulum yang berbeda-beda. Sedangkan unsur-unsuurnya sebai berikut ,Tujuan-tujuan yang ingin di capai oleh pendidik. Maksudnya dengan lebih tegas lagi orang yang bagaimana ingin kita brntuk dengan melalui kurikulum.Pengetahuan (knowledge), informasi-informasi, data-data, aktivitas-aktivitas dan pengalaman-pengalaman dari mana terbentuk kurikulum. Bagian inilah yang dimaksud dengan mata pelajaran dan pada bagian ini pula yang dimasukan dalam sillabus. Metode dan cara-cara yang digunakan untuk mengajar yang di pakai oleh tenaga pendidik untuk mengjar dan mendorong murid-muridnya untuk belajar serta membawa mereka kearah yang sudah di kehendaki atau yang telah menjadi  tujuan dari kurikulum.
Metode dan cara penilaian yang digunakan dalam mengukur dan menilai kurikum prosespendidikan yang telah direncanakan dalam kurikulum seperti mengadaakan ujian triwulan, ujian akhir dan lain-lain. Untuk mengetahui kurikulum kita harus tahu ciiri-cirinya antara lain Tujuan utama kurikulum pendidikan islam adalah terciptanya karakter beragama dan berakhlak, Terwujudnya perkembangan dan bimbingan secaraa intens terhadap semua dimensi peserta didik dari segi intelektual, psikologi. Sosial dan spiritual,Terwujudnya korvergensi antara kandungan kurikulum dan pengalaman serta kegiatan pengajaran.
Sedngkan dasar-dasar dari kurikulumnya adalah dasar agama, filsafat,psikologi dan juga sosial.sedangkan penerapan kurikulum di era moderen di bagi mmenjadi dua yaitu di sekolah islam dan di perguruan tinggi islam.






DAFTAR PUSTAKA

  Nurhayati.2008.  Studi Historis Perkembangan Pendidikan Islam di  Indonesia.  Yogyakarta:perpustakaan digital UIN Sunan Kalijaga.

Muhaimin,2010. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agaama Islam. Jakarta: RajaGrafindo Persada

 Tafsir, Ahmad 2006. Filsafat Pendidikan Islami.Bandung: Remaja Rosdakarya.

Langulung, Hasan.1992,Asas-Asas Pendidikan Islam. Jakarta: Pustaka Al-Husna.

Halim, Abduh.2017. Asas-Asas Pegembangan Kurikulum Pendidikan Islam Multikultural. Jurnal  Kuttab. Vol.I, No.2:202.

Hasan Fahmi,Asma.1979,Sejarah dan Filsfat Pendidikn Islam. Jakarta : Bulan bintang.

Joesoef Sou’yb, 1985. Orientalisme dan Islam. Jakarta: Bulan Bintang
.
Khoirudin.2016.Analisis Kebijakan Kurikulum Pendidikaan Islam Di Lembaga  Pendidikan Islam. Jurnal of islamic EducationStudies.Vol 1 No.1: 158-161.

Ach Sayyi. Modernisasi Kurikulum Pendidikan Islam Dalam Perspektif Azyumardi Azra. Jurnal Tadris. Vol,12.No.1.29-30




[1]  Nurhayati.  Studi Historis Perkembangan Pendidikan Islam di  Indonesia. (Yogyakarta:perpustakaan digital UIN Sunan Kalijaga,2008)
[2]Muhaimin. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agaama Islam.( Jakarta: RajaGrafindo Persada,2010)hlm 1.
[3]. Tafsir, Ahmad. Filsafat Pendidikan Islami.(Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006)hlm 99.
[4]. Ibid.hlm 100.
[5]. Langulung, Hasan. Asas-Asas Pendidikan Islam. (Jakarta: Pustaka, 1992)Pustaka Al-Husna.
[6] Halim, Abduh.2017. Asas-Asas Pegembangan Kurikulum Pendidikan Islam Multikultural. Jurnal  Kuttab. Vol.I, No.2:202.     
[7] Hasan Fahm, Asma. Sejarah dan Filsfat Pendidikn Islam. (Jakarta : Bulan bintang,1979)hlm58-59
[8] Hasan Fahmi, Asma, Sejarah dan  Filsafat Pendidikan Islam.(Jakarta:Bulan Bintang.1979)hlm.64-74
[9]Ibid.hlm75-78.
[10]Khoirudin.2016.Analisis Kebijakan Kurikulum Pendidikaan Islam Di Lembaga  Pendidikan Islam. Jurnal of islamic EducationStudies.Vol 1 No.1: 158-161.
[11]Asma Hasan Fahmi, Sejarah dan  Filsafat Pendidikan Islam.(Jakarta:Bulan Bintang.1979)hlm.30-31     
[12] Ibid.34
[13]Hasan Fahmi,Asma, Sejarah dan  Filsafat Pendidikan Islam.(Jakarta:Bulan Bintang.1979)hlm.33-35
[14]Joesoef Sou’yb. Orientalisme dan Islam( Jakarta: Bulan Bintang 1985)hlm38-39.
[15]Hasan Fahmi, Asma, Sejarah dan  Filsafat Pendidikan Islam.(Jakarta:Bulan Bintang.1979)hlm.38-39.

[16]Ibid.hlm40-42
[17]Ibid. hlm 46-47
[18]Ibid.hlm47-48.
[19]Ibid.hlm48-49
[20] Langulung, Hasan, Asas-Asas pendidikan Islam(Jakarta: Pustaka Al Husna.1992)hlm303-304..
[21] Ach Sayyi. Modernisasi Kurikulum Pendidikan Islam Dalam Perspektif Azyumardi Azra. Jurnal Tadris. Vol,12.No.1.29-30
[22] Moh.Khoiruddin2016, Analisis Kebijakan Kuriikulum Pendidikan Islam Di Lembaga Pendidikan Islam. Jurnal of Islamic Educations Studies.Vol,1,No,1.164-165
[23]  Nurhayati.  Studi Historis Perkembangan Pendidikan Islam di  Indonesia. (Yogyakarta:perpustakaan digital UIN Sunan Kalijaga,2008)

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Artikel : ANALISIS KEBIJAKAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA ISLAM KLASIK HINGGA ERA MODERN"

Posting Komentar