Makalah : PENDIDIKAN ISLAM PASCA DAULAH ABBASIYYAH (MASA KEMUNDURAN)


SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM PASCA DAULAH ABBASIYYAH (MASA KEMUNDURAN)
Disusun guna memenuhi tugas
Mata Kuliah: Sejarah Pendidikan Islam
Dosen Pengampu : Drs. Hj. Fatikhah M.Ag


Disusun oleh :
1.      Lili Maghfiroh                               (2021115278)
2.      Laily Rahmawati                           (2021115253)
3.      Sekar Santika Rahmawati             (2021115275)
4.      Markhatul Khanifah                      (2021115308)

Kelas: F
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PEKALONGAN
2018









BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pendidikan Islam secara khusus tidak dapat disamakan dengan makna pendidikan secara umum. Pendidikan Islam dikenal dan diyakini oleh penganut agama Islam sebagai suatu kegiatan pendidikan yang bersumber dari ajaran pokok (al-quran) dan al-hadits sebagai penjelasnya.
Puncak kejayaan pendidikan Islam dimulai dengan berkembang luasnya lembaga-lembaga pendidikan Islam dan madrasah-madrasah formal diberbagai pusat kebudayaan Islam. Namun, pendidikan Islam juga mengalami kemrosotan, peristiwa ini berlangsung sejak jatuhnya kota Baghdad di bagian Timur dan kota Cordova dibagian Barat yang keduanya adalah menjadi pusat pendidikan Islam pada masa itu.
Dengan demikian, dalam sebuah lembaga pendidikan pasti terjadi pertumbuhan dan perkembangan, ini sama halnya dengan pendidikan Islam. Oleh karena itu, disini penulis akan menjelaskan beberapa bagian penting yang terkait dengan masa pasca dinasti abbasiyyah atau masa kemunduran.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Latar Belakang Masa Kemunduran Pendidikan Islam?
2.      Apa saja Sebab terjadinya Kemunduran Pendidikan Islam?
3.      Bagaimana Corak Kemunduran Pendidikan Islam?
4.      Apa saja Dampak dari Kemunduran Pendidikan Islam?







BAB II
PEMBAHASAN

A.    Latar Belakang Kemunduran Pendidikan Islam
Tampilnya dinasti Abasiyah yang menggantikan dinasti Umayyah dalam peradaban Islam membawa corak baru dalam budaya Islam dan terutama dalam bidang pendidikan Islam. Pada periode pertama dinasti Abasiyah (750 M – 847 M) dunia pendidikan Islam mengalami masa kejayaannyadan pada periode kedua dinasti Abasiyyah (847 M-942 M) menjadi awal kemunduran intelektual Islam dan terlihat nyata pada periode kelima (akhir dinasti Abasiyah).[1]
Kemunduran umat Islam terjadi pada sekitar tahun 1250 M- 1500 M. Kemunduran itu terjadi pada semua bidang, terutama dalam bidang pendidikan Islam, yang ditandai dengan terus melemahnya pemikiran Islam. Kemunduran pendidikan Islam pada masa-masa ini, terletak pada merosotnya mutu pendidikan dan pengajaran dilembaga-lembaga pendidikan Islam, materi pelajarannya sangat sederhana, materi yang diajarkan hanyalah materi-materi dan ilmu-ilmu keagamaan, lembaga-lembaga pendidikan tidak lagi mengajarkan ilmu-ilmu filosofis, termasuk ilmu pengetahuan. Rasionalisme pun kehilangan peranannya, dalam arti semakin dijauhi, kedudukan akal semakin surut.
Kondisi demikian, diperburuk lagi oleh jatuhnya Kerajaan Abbasiyah oleh serangan orang-orang Tartar dan Mongol pada masa pertengahan abad ke-13 M. Ketika kota Baghdad sebagai pusat ilmu dan kebudayaan hancur. Sekitar 800.000 penduduk Baghdad dibunuh. Perpustakaan dihancurkan, ribuan rumah penduduk diratakan. Dalam peristiwa tersebut, umat Islam kehilangan lembaga-lembaga pendidikan dan buku-buku ilmu pengetahuan yang sangat berharga nilainya bagi pendidikan Islam. Berbagai literatur umat Islam telah lenyap. Sedangkan dikalangan masyarakat yang bebas dari bencana kaum Mongol tidak ada yang menguasai berbagai bidang sains dan filsafat. Inilah salah satunya yang memepersulit umat Islam untuk mengembalikan kekayaan intelektual yang berharga seperti pada masa kejayaa semula.[2]
Dalam pendidikan islam, kemunduran itu juga disebabkan berkembangnya pola pemikiran tradisional.Pola itu menyebabkan hilangnya kebebasan berfikir, tertutupnya pintu ijtihad, dan berakibat langsung pada menjadikan fatwa ulama masa lalu sebagai dogma yang harus diterima secara mutlak (taken of granted). Ketika umat Islam mengalami kemunduran, dunia Eropa mengalami kebangkitan mengejar ketertinggalan mereka bahkan mampu menyalib akar kemajuan Islam. Hal ini merupakan beralihnya secara drastis pusat pendidikan dari dunia Islam ke Eropa.[3]
Menurut Ibn Taimiyah  latar belakang timbulnya kemunduran Islam  karena :
1.      Membudayakan khulafat dikalangan kaum Muslim.
2.      Kejumudan atau ditutupnya pintu ijtihad dianggap telah ,membodohkan umat islam
3.      Terpecahnya persatuan umat islam dan sulitnya membangun dan maju
Antarakota bagian Barat dengan Islam telah menyadarkan kaum muslimin akan kemunduranya, kemunduran umat islam yang utama yaitu  kebodohan, kekurangan ilmu Pengetahuan, kerusakan Budi Pekerti (kebejadan Moral), para pemimpin memiliki sifat penakut dan pengecut sesudah mereka menjadi umat yang terkenal.Pendidikan dan kemacetan pemikiran Islam tersebut pada umunya disandarkan pada sistem  madrasah materi kurikulum dan mata pelajaran dalam bidang – bidang ilmu pengetahuan dan keagamaan , ditambah sedikit Gramatikal  terdiri dari Al- Qur’an(Hadits, fiqih, Ushul fiqih dan prinsip hukum dan ilmu kalam (teologi Islam).[4]
Ciri-ciri jaman kemunduran pendidikan itu antara lain: Pertama, macetnya kontribusi ilmiah umat Islam. Pada masa ini tidak ada lagi munculnya ilmuan Islam yang memiliki kapabilitas dibidangnya, yang memproduksi pemikiran yang dipublikasikan lewat tulisan-tulisan mereka. Kedua, dikotomi ilmu, kecenderungan ilmu yang dikembangkan pada fase ini adalah ilmu-ilmu yang tergolong naqliyah dan mengabaikan ilmu yang tergolong ‘aqliyah, maka perkembangan ilmu menjadi pincang, dan cenderung menimbulkan dikotomi antar keduanya. Ketiga, redupnya semangat keilmuan.[5]

B.     Sebab-sebab terjadinya Kemunduran Pendidikan Islam
1.      Kejatuhan Bahgdad di Timur (1258 M)
Kejatuhan Baghdad di Timur merupakan awal periode kemunduran pendidikan yang ditandai kemunduran intelektual. Hal ii disebabkan oleh dua faktor, yaitu :
a.       Faktor Internal
1)      Perpecahan, yaitu perebutan kekuasaan dan pengaruh dalam keluarga Abasiyah sendiri
2)      Gaya hidup yang berlebih-lebihan, oleh sebagian khalifah bahkan diikuti oleh keluarga.
3)      Kelemahan dari sebagian khalifah
4)      Persaingan dan pertentangan antar unsur Arab, Persia, dan Turki
5)      Perpecahan yang disebabkan perbedaan mahzab.
b.      Faktor Eksternal
1)      Berkembangnya ajaran teologi asy’ari dan tasawuf al ghazali yang mengajarkan tawakal dan fatalisme
2)      Dominan pengaruh Turki di dunia Islam
3)      Serangan mongol ke Bahgdad
4)      Perang Salib[6]
2.      Kejatuhan Cordova di Barat (1236 M)
Cordova di Andalusia juga mengalami hal yang sama, hal ini disebabkan oleh dua faktor, yaitu :
a.       Faktor Internal
1)      Tidak jelasnya sistem peralihan kekuasaan yang menyebabkan munculnya perebutan kekuasaan diantara ahli waris kerajaan
2)      Lemahnya figur dan kharismatik yang dimiliki khalifah
3)      Terjadinya perselisihan diantara umat Islam yang disebabkan perbedaan perselisihan
4)      Munculnya kerajaan-kerajaan kecil yang masing-masing saling berebut kekuasaan
b.      Faktor Eksternal
Muncul serangan dari Kristen yang sudah menyatu. Akibatnya Cordova jatuh dibawah kekuasaan Kristen. Dengan jatuhnya Cordova, maka daerah kekuasaaan daulah umayyah lainnya dapat pula dikuasai oleh orang Kristen dengan mudah.[7]
Selain dari sebab-sebab diatas, menurut M.M sharif  pemikiran dan pendidikan Islam menurun setelah  abad ke 13  dan melemah sampai ke 18 M. Diantara  sebab –sebab  melemahnya , pikiran  islam antara lain :
1.      Berlebihannyafilsafat  Islam yang bercorak sufistik yang di masukan oleh Al-Ghazali dalam alam Islami kearah bidang rohaniah, sedangkan ibn Rusyd memasukan  filsafat Islamnya yang rasionalistis ke dunia Islam di Barat .
2.      Keadaan umat Islam, terutama  pada masa pemerintahankhalifah sultan  Amirmelalaikan  ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan dan tidak memberi kesempatan untuk berkembang.
3.      Terjadinya pemberontakan–pemberontakan  yang di barengi dengan serangan dari luar, sehingga menimbulkan kehancuran  berhentinya pusat  kegiatan ilmu pengetahuan dan kebudayaan di dunia Islam. Merosotnya mutu pendidikan  islam dan lembaga – lembaga Islam, materi yang diberikan hanyalah materi keagamaan.[8]

C.    Corak Kemunduran Pendidikan Islam
Kehancuran total yang dialami Baghdad dan Cordova sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan Islam, menandai runtuhnya sendi pendidikan dan kebudayaan Islam. Daya intelektual umat Islam tidak mampu untuk mengatasi persoalan-persoalan baru sebagai akibat perkembangan zaman.
Corak kemunduran pendidikan Islam dapat dilihat dari beberapa aspek:
1.        Bidang Intelektual
Kemunduran dalam bidang Intelektual ditandai dengan ketidakmampuan umat Islam untuk mempergunakan akalnya dalam mengembangkan ilmu-ilmu keislaman. Gejala kemunduran Intelektual ditandai dengan penutupan ijtihad (pemikiran yang original dan bebas)
2.      Bidang Aqidah dan Ibadah
Perbuatan syirik dan khufarat sudah membudaya, sedangkan dalam bidang ibadah adalah dengan masuknya hal-hal yang bersifat bid’ah kedalam pengalaman ibadah. Akibat perbuatan tersebut maka kemurnian tauhid terancam.
3.      Bidang Hukum
Kemunduran dalam bidang hukum disebabkan ditutupnya pintu ijtihad, yang terjadi adalah berkembangnya taklis buta dikalangan umat islam. Dengan sikap hidup yang fatalistik tersebut kehidupan mereka sangat statis.
4.      Bidang Kurikulum
Terlihat dari sedikitnya mata pelajaran dilembaga pendidikan Islam diseluruh dunia Islam. Mata pelajaran agama yang berorientasi pada kehidupan akhirat seperti fiqih, akhlak, tasawuf lebih banyak dibanding dengan ilmu-ilmu keislaman yang berorientasi pada kehidupan dunia seperti filsafat, ilmu fisika, matematika, biologi dihilangkan bahkan ada lembaga yang mengharamkan mata pelajaran filsafat.
5.      Bidang Karya Ilmiah
Pada masa kemunduran tidak ada lagi buku-buku ilmu keislaman yang dihasilkan oleh para sarjana muslim. Pembelajaran tidak menghasilkan ilmu yang baru, tetapi hanya menghasilkan syarah (komentar). Karya-karya tertentu mengenai teologi rasional tertimbun dalam lebih dari setengah lusin komentar.
6.      Bidang Kehidupan dan Tradisi Kelembagaan
Pada masa kemunduran ini, kehidupan dilembaga pendidikan ditengah-tengah masyarakat adalah kehidupan Zuhud. Akibat kehancuran ini dalam bidang kehidupan intelektual dan material adalah beralihnya secara drastis pusat-pusat kebudayaan dari dunia Islam ke Eropa. Dalam kondisi ini menyebabkan umat islam mencari pegangan dan sandaran hidup yang bisa mengarahkan kehidupan mereka.[9]

D.    Dampak Kemunduran Pendidikan Islam
1.      Kehidupan Sufi Bekembang Pesat
Berkembangnya sufisme berdampak pada perubahan madrasah zawiyat-zawiyat untuk mengadakan riyadhah dibawah bimbingan dan otoritas seorang syekh, yang akhirnya berkembang menjadi lembaga tarikat di madrasah-madrasah yang masih tersisa itu, hampir seluruh kurikulum di isi dengan karya-karya sufistik.[10]
2.      Berkembangnya Praktik Bid’ah dan Kufarat
Berkembangnya praktik bid’ah dan kufarat ditandai dengan banyaknya umat Islam yang mengutuskan posisi seorang syekh dalam suatu tarikat, sampai- sampai ada yang berdoa di kuburan seorang syekh.
3.      Berkembangnya Taklid Buta di Kalangan Umat
Dalam bidang fiqih, yang terjadi adalah berkembangnya taklid buta dikalangan umat. Dengan sikap hidup yang statistik itu tidak ada penemuan baru dalam bidang fiqih. Semua yang sudah ada dalam kitab-kitab lama dianggap sebagai sesuatu yang baku, mantap, benar, dan harus diikuti serta dilaksanakan sebagaimana adanya sehingga memunculkan pendapat bahwa “pintu ijtihad sudah tertutup”.[11]






BAB III
PENUTUP

Simpulan
Berdasarkan pembahasan makalah diatas maka dapat disimpulkan bahwa kemunduran pendidikan Islam terjadi pada sekitar tahun 1250 M- 1500 M. Kemunduran itu disebabkan oleh jatuhnya kota Bahgdad dan Cordova. Dan terjadi pada semua bidang, terutama dalam bidang pendidikan Islam, yang ditandai dengan terus melemahnya pemikiran Islam.
Pada masa kemunduran Pendidikan Islam ada beberapa bidang yang ikut jatuh, diantaranya Bidang Intelektual, Akidah,dan Ibadah, Bidang Hukum, Bidang Kurikulum, dan Karya Ilmiah, Bidang Kehidupan dan Tradisi Kelembagaan.


















DAFTAR PUSTAKA

Asrohah Hanun, 1999. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: PT Logos Wacana Ilmu.

Daulay  Haidar Putra dan Nurgaya Pasa, 2013. Pendidikan Islam Dalam Lintasan Sejarah. Jakarta: Kencana.

Iskandar Engku.Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: PT.Remaja  Rosdakarya.

Khobir Abdul, 2015. Sejarah Pendidikan Islam. Bandung : CV Pustaka Setia.

Nizar Samsul, 2009. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

Ramayulis. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia.

Zuhairini, dkk, 2011. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.


















[1] Samsul Nizar, Sejarah Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana Prenada Media Grup, 2009), hlm. 183
[2]Hanun Asrohah, Sejarah Pendidikan Islam, (Jakarta: PT Logos Wacana Ilmu, 1999) hlm. 120-124
[3] Abdul Khobir, Sejarah Pendidikan Islam, (Bandung : CV Pustaka Setia, 2015) hlm. 95-96
[4]Engku Iskandar, Sejarah Pendidikan Islam, (Jakarta: PT. Remaja  Rosdakarya ) hlm . 75-80
[5] Haidar Putra Daulay dan Nurgaya Pasa,Pendidikan Islam Dalam Lintasan Sejarah, (Jakarta: Kencana, 2013) hlm. 143
[6]Ramayulis, Sejarah Pendidikan Islam, (Jakarta: Kalam Mulia), hlm. 108
[7]Ibid., hlm. 109
[8]Engku Iskandar., Op.Cit, hlm. 70-74
[9]Zuhairini, dkk, Sejarah Pendidikan Islam. (Jakarta: Bumi Aksara, 2011), hlm. 111
[10] Samsul Nizar, Op.Cit, hlm. 179
[11]Zuhairini., Op.Cit,  hlm. 112

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Makalah : PENDIDIKAN ISLAM PASCA DAULAH ABBASIYYAH (MASA KEMUNDURAN)"

Posting Komentar